Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Feodalisme

Menjelang pemilu negriku tak lagi menyatu Dibawah bendera yang berdarah Rakyat dan pemerintah seolah menebar serapah Demi menguasai negri yang rengkah Hujatan dan ancaman menjadi tontonan Kebatilan diperjuangkan mati-matian Sedangkan kebenaran dan kejujuran Kini telah dilupakan Negriku yang malang semakin lantang mengerang Gersang tak bergemilang Tergelintang pincang ditengah gelanggang Berharap hilang dikoyak sang rangrang Ceritamu hanya akan jadi legenda dimata dunia Sejarahmu hanya akan dikenang oleh media Engkau akan selalu jadi bahan pembicaraan dunia Bahwa engkau adalah negri yang pernah ada Hilang dan hancur oleh pengelolanya

Lima April Doea Riboe Sembilan Belas

Tentangkoe jang mentjari arti kini soedah menemoekan djawaban. Jang tatkala sering koe bingoengkan pada siapa dan haroes kemana koe bertanja, teroentoek mempertanjakan kemoengkaran, kebatilan serta kearifan dan kebadjikan. Kebesaran hatikoe sering koe pertanjakan, akan berlaboeh dimanakah kesaksiankoe? Oempamanja pelaboehankoe, akankah masih bisa menerima kenistaan beserta hal-hal lainnja, jang mengoempat pada sanoebari, jang begitoe teramat dalam, sedalam keinginan dan harapankoe. Akoe takkan berhenti bertanja, pada siapa saja jang memelihara tjinta seoetoehnja. Akoe jakinkan orang seperti itoe kekajaan hatinja melebihi batas mega jang membentang luas di atas sana. Teroentoek ini, selebihnja koe pasrahkan kepada Sang Maha Pentjipta, bahwasannja ini adalah pengakoeankoe terhadap Beliaoe, bahwa kepasrahan adalah soeatoe koentji oentoek memboeka gerbang kedermawanan. Perihal ini akoe persembahkan kepasrahankoe, pada setiap bait-bait do'a jang mengaloen dalam sjair serta sjiar ja...

PROFANE

Jangan berbicara tentang kebenaran Karena ideologi kita telah dipasung kenistaan Sabda kearifan atas nama Tuhan Dalil pembodohan lacurkan kebencian Senator rancang kutukan Demi dosa dan kematian Habib doyan membunuh Tuhan Demi dunia dan surga yang profane Berharap pada pahala, berhala tanpa kepala Semiotika para gembala, bertasbih meminta neraka Dalil semu dialektika tanpa logika Pasca menyusun bencana di era kaliyuga