Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Perihal : Rindu

Kukirim rangkaian bunga melalui do'a, teruntuk engkau yang sedang berada dalam surga. Masih kusimpan afsunmu dalam kotak kecil memori, yang sengaja dikunci rapat-rapat dalam lubuk sanubari. Besar alasanku tidak menghapuskan kenangan. Ada beberapa memoar penting yang selalu kujadikan sandaran. Terutama kala kita dipertemukan. Kala itu, aku melihatmu dengan berjuta perasaan, yang dihiasai keindahan dan keistimewaan. Hingga dalam atma dan tersirat dengan dewana. Tak lupa ada nazar yang terucap, kala engkau berbicara menghadap angkasa. Diwaktu yang sama, aku menyimpan harapan pada setiap repihan awan. Yang kala itu, birunya angkasa tertutup oleh awan yang bersenandung dalam kedamaian. Semakin kuhayati tatapanmu, semakin dalam pula afsunku padamu. Kini tentangmu hanya menjadi cerita disaat malam tlah tiba. Percakapan dimasa itu kini hanya menjadi angan dalam khayal penghantar tidurku. Selalu kucantumkan peranmu, tak pernah lepas dari setiap mimpiku. Dan harus selalu engkau tau, dis...

Nga-la-la-na (1)

Gelap malam sepi kota Seorang pria berkacamata Berjalan menelusuri gelita Dengan ronta, tanpa reta Berbekal hati yang terista Dan jiwa yang palamarta Ia berlawalata Hanya demi arti sunyata 4 tahun menyimpan harapan pada semesta 1001 do'a Ia pinta pada setiap rekata Meski tak pernah ada warta Ia tetap berbudi pramarta Diujung jalan Ia bercerita Tentang seorang wanita Narasi nya tentang dukacarita Namun hakikatnya tentang cinta dan air mata Kala di dalam ruang gempita Tak ada satu pun pelita Yang ada hanyalah gelita Tilami cakrabuana dari cahaya semesta Pada setiap do'a Ia lantunkan gita Berisikan syair yang pokta Tak lupa mempersembahkan seikat puspita Agar semesta selalu grahita

Romantiklasikal Nihil

Kebenaran tentang hati Selalu menjadi bahan caci maki Argumennya setinggi matahari Faktanya tidak sama sekali Bergantung pada sebuah opini Klasiknya hanya eksistensi Inginnya tetap harmoni Tapi malah melacurkan janji Bicara soal cinta Pembodohan tentang rasa Syair nya seperti pujangga Padahal hanya kalimat yang tak bermakna Cerita biasa, bermain kata - kata Elegi tentang romantika Otaknya hanya telenovela Bodohnya dianggap biasa