Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Senja, Kau Tau...

Seiring senja surya tenggelam Kepak kelelawar pecahkan karang Debur ombak di bawah rembulan Tersudut sunyi aroma malam Lantang inginku teriak Curahkan keluh kesah jiwa Serentak inginku berontak Tapi percuma semua tak berguna Tertunduk aku terpekur Tirakat dalam tafakur Kurangkul rasa bersyukur Dalam hati hati yang menggebur

Kosong

Kebeningan hati adalah embun Bergayut di hati teteskan kesejukan Bekukan benci dan padamkan amarah Yang tersirat hanyalah kebahagiaan Sambut mentari hangatkan jiwa Hapus kepedihan luka dulu Hiasi pagi dengan kecerahan Bakar kepedihan dan kesedihan Desah tercurah dalam nyanyian Lukis nuansa warna pelangi Detak jantung gelora jiwa Songsong dunia lembaran baru

Hirup Jeung Hirup

Batara ngaruntagkeun dunya Jagjag panangguh tanggah jawara Sagulung sagalang kaduruk nista Cadas baralak payung layung Ruhak balatak gempar koceak Raheut kacacag beureum amarah Ruksak cacad racak kuracak Rurumpah luyung tarumpah Burih ngabudah geutih Amis rancumit kabeulit pait Hirup jeung hurip tinggal tatapak Ngabugang ngan jadi mayit

P-R-O-L-O-G-U-E

Kering kemarau patahkan ruang Semua retak, semua tersentak Siulan kesedihan gugur dan terbuang Tilami jejak tanpa berpijak Tertimpahlah sudah bercak bersemak Terbungkam sudah penuh jurang Hilangkan ketegaran dengan sesak Peluhkan rasa yang bertaburkan riang Semua seakan hilang Terhunus pedang Dilahap perang Taring si berang - berang Bintangku suram Berkabut pekat Pelita pun padam Terlilit karat Hanya raung yang berdegung Perih sakit dalam hati yang lara Sontak ku ingin teriak Dalam ruang yang sesak Haruskah marah yang tercurah Haruskah muak yang ku lontar Haruskah bedebah Di padang lebah