Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Aku Mencintai Malam?

  Aku mencintai malam. Dimana setiap detiknya selalu tersimpul khayal. Membayangkan menjadi seorang pengembara, salah satu awatara Narayana. Mengemudikan sebuah kereta kencana dengan 4 ekor kuda. Menelusuri setiap era kosmos, bermaksud menaklukan rezim Alengka hingga Hastinapura. Berbekal Chakra Hudaksana dan kembang Widjaya Kusumah. Menebar sabda romansa dan Bhagavad-Gita. Memberikan suaka bak Pandawa. Hingga ajal tiba, ketika wanita tua berserapah seusai Bharatayuda.   Aku mencintai malam. Dimana setiap detiknya selalu tersimpul khayal. Membayangkan hidup tanpa merasakan kesakitan. Berjalan tenang dalam lingkup biosfer yang waras. Bersahaja tanpa berhipotesa. Tanpa mengemukakan paradoks yang tersignifikan. Berdomisili atas tindak keadilan dan rezim kewarasan. Menanamkan benih retorika pada setiap hati manusia. Menghilangkan sikap apatis dan mengkonsolidasi upaya manusia agar berpikir jernih dan waras seutuhnya.   Aku mencintai malam. Yang hening, tak berdenti...

Rahasia Fenny Hanya Untuk Hujan !

Menjelang cakrawala tiba Di penghujung senja hujan tak kunjung reda Semesta pun dibuat basah Seakan memaksa membuat kisah Hujan sore ini menuliskan riwayat Disaat aku dan dia tengah berfilsafat Tentang sabda romansa yang berkarat Kedalam bahasan hakikat Berdua aku bersamanya Bercengkrama dalam suaka Tenggelam ria pada sukma Bersahaja dalam metafora Dibawah derasnya hujan yang resah Aku dan dia melangkah Menelusuri setiap arah Mencari arti kisah yang harfi'ah Hari demi hari cerita berganti Kidung yang diiringi simfoni Kini tak bernarasi Semua pergi dan tinggal lah sepi Penelusuran kini berhenti Seiring bersama musim yang berganti Kemarau tlah merusak janji Dan membiarkan dia pergi Hujan tak lagi bermakna Ketika rinainya tak lagi menyiratkan do'a Sabda romansa Narayana Kini hanya menjadi aksara Lantunan bernada elegi Menyambut kegelisahan hati Tarekat kisah dan kasih kini cukup diratapi Hanyalah tafakur ...