Aku Mencintai Malam?

  Aku mencintai malam. Dimana setiap detiknya selalu tersimpul khayal. Membayangkan menjadi seorang pengembara, salah satu awatara Narayana. Mengemudikan sebuah kereta kencana dengan 4 ekor kuda. Menelusuri setiap era kosmos, bermaksud menaklukan rezim Alengka hingga Hastinapura. Berbekal Chakra Hudaksana dan kembang Widjaya Kusumah. Menebar sabda romansa dan Bhagavad-Gita. Memberikan suaka bak Pandawa. Hingga ajal tiba, ketika wanita tua berserapah seusai Bharatayuda.

  Aku mencintai malam. Dimana setiap detiknya selalu tersimpul khayal. Membayangkan hidup tanpa merasakan kesakitan. Berjalan tenang dalam lingkup biosfer yang waras. Bersahaja tanpa berhipotesa. Tanpa mengemukakan paradoks yang tersignifikan. Berdomisili atas tindak keadilan dan rezim kewarasan.
Menanamkan benih retorika pada setiap hati manusia. Menghilangkan sikap apatis dan mengkonsolidasi upaya manusia agar berpikir jernih dan waras seutuhnya.

  Aku mencintai malam. Yang hening, tak berdenting dan tak ada satupun yang nyaring. Selalu kusimpulkan tirakat ku dari hari ke hari. Mengadu pada sunyi, tentang lelahnya hari. Berdiskusi dengan sepi, tentang suatu rencana di esok hari. Berlarut sampai pagi, ku curah semua yang ada dihati. Hingga bait sedih tercurah menyambut mentari.

  Aku mencintai malam. Dimana setiap detiknya selalu tersimpul khayal. Membayangkan kekasih yang sudah tiada, hidup kembali dan saling bercengkrama. Mengisi waktu dengan cerita rindu. Menembus ruang imaji, tentang disuatu masa nanti. Berdialektika membahas pranalar sebuah cerita. Berbaring dan menghamparkan diri di padang sabana. Menghadap langit yang membentang luas. Mencurahkan segala utopia dan distopia yang buas. Sampai realita menutup cerita, kau pun kembali pergi, dan tiada.

   Dan aku akan selalu mencintai malam. Dimana setiap detiknya selalu tersimpul khayal. Tak jemu ku berdo'a. Mengharap kearifan, kebajikan serta kesadaran yang menyatu dalam keManunggalan. Ku curah secara harfi'ah, mengenai takdir dibalik tabir. Berharap KeManunggalan hadir, lalu bersemayam dalam bathin dan kesadaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFANE

Lima April Doea Riboe Sembilan Belas