Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Nga-la-la-na (1)

Gelap malam sepi kota Seorang pria berkacamata Berjalan menelusuri gelita Dengan ronta, tanpa reta Berbekal hati yang terista Dan jiwa yang palamarta Ia berlawalata Hanya demi arti sunyata 4 tahun menyimpan harapan pada semesta 1001 do'a Ia pinta pada setiap rekata Meski tak pernah ada warta Ia tetap berbudi pramarta Diujung jalan Ia bercerita Tentang seorang wanita Narasi nya tentang dukacarita Namun hakikatnya tentang cinta dan air mata Kala di dalam ruang gempita Tak ada satu pun pelita Yang ada hanyalah gelita Tilami cakrabuana dari cahaya semesta Pada setiap do'a Ia lantunkan gita Berisikan syair yang pokta Tak lupa mempersembahkan seikat puspita Agar semesta selalu grahita