Nga-la-la-na (1)
Gelap malam sepi kota
Seorang pria berkacamata
Berjalan menelusuri gelita
Dengan ronta, tanpa reta
Berbekal hati yang terista
Dan jiwa yang palamarta
Ia berlawalata
Hanya demi arti sunyata
4 tahun menyimpan harapan pada semesta
1001 do'a Ia pinta pada setiap rekata
Meski tak pernah ada warta
Ia tetap berbudi pramarta
Diujung jalan Ia bercerita
Tentang seorang wanita
Narasi nya tentang dukacarita
Namun hakikatnya tentang cinta dan air mata
Kala di dalam ruang gempita
Tak ada satu pun pelita
Yang ada hanyalah gelita
Tilami cakrabuana dari cahaya semesta
Pada setiap do'a Ia lantunkan gita
Berisikan syair yang pokta
Tak lupa mempersembahkan seikat puspita
Agar semesta selalu grahita
Komentar
Posting Komentar